About Me

Foto saya
simple ! ♥ MUSIC , SINGING , FASHION , HEALTHY-LIFE , 2NE1 , 2PM
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA 2 (SOFTSKILL). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHASA INDONESIA 2 (SOFTSKILL). Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

LATAR BELAKANG PENELITIAN ILMIAH


NAMA       : Nurlina Sari
NPM          : 16209607
KELAS      : 3EA12
TUGAS      : SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2
______________________________________________________________________

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Dewasa ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar membeli produk yang dihasilkan. Perusahaan yang tidak mencapai sasarannya banyak disebabkan oleh kurang tepatnya strategi pemasaran yang digunakannya.
Berhasil atau tidaknya perusahaan sangat ditentukan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat saling bersaing dalam merebut konsumen dalam penerapan strategi pemasaran yang efektif. Apabila strategi yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka pelaksanaan yang baikpun tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti yang kita harapkan.
Penentuan strategi ini sangat erat hubungannya dengan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan, serta sangat menentukan dalam pemilihan taktik yang digunakan untuk melaksanakan strategi pemasaran tersebut agar tujuan perusahaan tercapai.
Secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum sehingga perusahaan dapat terus berkembang. Penerapan strategi pemasaran dalam perusahaan sangat berpengaruh dalam kinerja perusahaan yang bersangkutan, sebab dalam penerapannya posisi perusahaan dipasar potensial sangat dipengaruhi oleh berhasil atau tidaknya strategi pemasaran yang digunakan. Hal ini juga merupakan sumber dana bagi kelangsungan hidup perusahaan untuk terus berkembang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagaimana pengusaha memasarkan barang atau jasa adalah suatu hal yang menarik bagi penulis, setiap usaha atau langkah-langkah yang diambil oleh pengusaha untuk mencapai keuntungan yang diharapkan. Untuk mengembangkan usaha memerlukan adanya startegi-strategi dalam pemasaran dan tetunya hal ini harus direncanakan dengan cermat dan teliti agar dapat mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik membuat penelitian ilmiah ini dengan judul “ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT FUTAMI FOOD & BEVERAGE“

1.2  Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1  Rumusan Masalah
      Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dapat di identifikasikan beberapa masalah yaitu :
1.      Strategi pemasaran apa sajakah yang diterapkan dalam meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.
2.      Apakah penerapan strategi pemasaran dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.

1.2.2        Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah, penulis membatasi pada bagaimana penerapan strategi pemasaran yang digunakan pada PT Futami Food & Beverage dalam usaha meningkatkan penjualan. Adapun data yang digunakan yaitu data hasil penjualan PT Futami Food & Beverage  pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2011

1.3 Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui strategi apa saja yang diterapkan agar dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.
2.      Untuk mengetahui apakah strategi pemasaran yang diterapkan dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.

1.4 Manfaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Manfaat Akademis
a.       Dapat membantu penulis memperdalam materi yang telah di ajarkan selama masa perkuliahan, serta menerapkan teori yang ada ke dalam dunia nyata (dunia usaha).
b.      Dapat dijadikan acuan bagi penulis lain apabila ingin melakukan penelitian sejenis.
2.      Manfaat Praktis
Dari penulisan ilmiah ini dapat dijadikan bahan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui strategi-strategi apa yang masih perlu diterapkan guna meningkatkan penjualan sehingga dapat sesuai dengan yang diharapkan.

1.5 Metode Penelitian
            1.5.1 Objek Penelitian
                        Objek penelitian yang di ambil penulis adalah PT Futami Food & Beverage yang berlokasi di Rukan Exclusive B/23 Bukit Golf Mediterania Jl. Marina Raya, Pantai Indah Kapuk  Jakarta Utara, DKI Jakarta.

            1.5.2 Data atau Variabel yang digunakan
            Data yang digunakan penulis adalah data kuantitatif yaitu data penjualan PT Futami Food & Beverage tahun 2010 – 2011 dengan menggunakan analisis SWOT.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data
            Dalam melaksanakan penelitian penyusunan melakukan teknik-teknik pengumpulan data berupa:
1.      Studi kepustakaan
Pengumpulan data dan pencarian informasi dilakukakan dengan menelaah buku yang terdapat di perpustakaan dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.      Penelitian lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan langsung terhadap objek penelitian dengan mengadakan wawancara dan observasi langsung terhadap objek penelitian yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

1.5.4 Alat analisis yang digunakan
            Alat analisis yang digunakan oleh penulis dalam mengolah data yang sudah terkumpul, dengan menggunakan analisis SWOT.
            Alat analisis SWOT merupakan suatu alat analisa yang digunakan untuk melihat kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Dari faktor internal Perusahaan dapat diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan faktor eksternal kita dapat mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman perusahaan.
            Dalam analisis kondisi internal dan eksternal dilakukan melalui pendekatan fungsional, yaitu pendekatan dengan melihat faktor-faktor yang dominan pada setiap funsi yang mempengaruhi kegiatan pemsaran.

Jumat, 06 April 2012

PENGERTIAN PENALARAN DAN SILOGISME

NAMA         :NURLINA SARI

 NPM            : 16209607

KELAS       : 3EA12
PENGERTIAN PENALARAN DAN SILOGISME
PENALARAN
adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasiempirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yangsejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisiyang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yangsebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar
Macam – macam Penalaran :
  • ·         PENALARAN INDUKTIF
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secaracanggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Jenis-jenis penalaran induktif adalah :
  1. Generalisasi
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulanumum.‡ Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.‡ Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.
Pernyataan semua bintang sinetron berparas cantik hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Contoh kesalahannya : Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
2. Analogi
Penalaran Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogidapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkankesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:
a. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
b. Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.
Contoh : Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki,ada saja rintangan seperti jalan yang licin yang membuat seseorang jatuh. Ada pula semak belukar yang sukar dilalui. Dapatkah seseorang melaluinya? Begitu pula bila menuntut ilmu,seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi, kesulitan memahami pelajaran,dan sebagainya. Apakah Dia sanggup melaluinya? Jadi, menuntut ilmu sama halnya denganmendaki gunung untuk mencapai puncaknya.
3. Kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang salingberhubungan. Hal ini terlihat ketika tombol ditekan yang akibatnya bel berbunyi. Dalamkehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalanbecek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, tiga hubungan antar masalah yaitu sebagaiberikut:
  • a)    Sebab akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping ini pola seperti ini juga dapatmenyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang diaanggap penyebabkadang-kadang lebih dari satu. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukankemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihatpada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.Contoh :Belajar menurut pandangantradisional adalah usaha untuk memperoleh sejumlh ilmupengetahuan. ‘Pengetahuan´ mendapat tekanan yang penting, oleh sebab pengetahuanmemegang peranan utama dalam kehidupan manusia. Pengetahuan adalah kekuasaan. Siapa yang memiliki pengetahuan, ia mendapat kekuasaan.
  • b)   Akibat sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapidalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupaka simpulan.Contoh : Dewasa ini kenakalan remaja sudah menjurus ke tingkat kriminal. Remaja tidak hanya terlibat dalam perkelahian-perkelahian biasa, tetapi sudah berani menggunakan senjata tajam.Remaja yang telah kecanduan obat-obat terlarang tidak segan-segan merampok bahkan membunuh. Hal ini selain disebabkan kurangnya perhatian dari orang tua dan pengaruhmasyarakat, pengaruh televisi dan film cukup besar.
c)    Akibat-akibat
Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain. Contoh : Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.
  • ·         PENALARAN DEDUKTIF
Deduktif adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal padasuatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

  
Silogisme merupakan suatu proses penarikan kesimpulan yang didasarkan atas pernyataan-pernyataan ( proposisi yang kemudian disebut premis ) sebagai antesedens ( pengetahuan yang sudah dipahami ) hingga akhirnya membentuk suatu kesimpulan ( keputusan baru ) sebagai konklusi atau konsekuensi logis. Keputusan baru tersebut selalu berkaitan dengan proposisi yang digunakan sebagai dasar atau dikemukakan sebelumnya. Oleh karena hal tersebut, perlu dipahami hal-hal teknis berkaitan dengan silogisme sehingga penalaran kita benar dan dapat diterima nalar.
Macam-Macam Silogisme

Silogisme dapat dibedakan menjadi tiga: 1) silogisme kategorial; 2) silogisme hipotetis; dan 3) silogisme alternatif. Namun, bisa juga dibedakan menjadi dua yang lain: 1) silogisme kategorial; dan 2) silogisme tersusun.

1. Silogisme Kategorial

Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.
2. Silogisme Tersusun

Dalam praktik kehidupan sehari-hari bentuk dilogisme di atas ( kategorial ) sering tidak diikuti sebagaimana mestinya, melainkan diambil jalan pintas demi lancar dan cepatnya komunikasi antar pihak. Berikut ini bentuk-bentuk yang dimaksud, yang sebenarnya merupakan perluasan atau penyingkatan silogisme kategorial. Silogisme ini dapat dibedakan dalam tiga golongan: 1) epikherema; 2) entimem; dan 3) sorites

3. Silogisme Disyungtif

adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya.
  • Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:
         - la lulus atau tidak lulus.
         - Ternyata ia lulus, jadi
         - la bukan tidak lulus.

  • Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:
            - Hasan di rumah atau di pasar.
            - Ternyata tidak di rumah.
            - Jadi di pasar.

Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu:

1) Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain, seperti:
la berada di luar atau di dalam.
Ternyata tidak berada di luar.
Jadi ia berada di dalam.
Ia berada di luar atau di dalam.
ternyata tidak berada di dalam.
Jadi ia berada di luar.

2) Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain, seperti:
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di masjid.
Jadi ia tidak berada di sekolah.
Budi di masjid atau di sekolah.
la berada di sekolah.
Jadi ia tidak berada di masjid
________________________________nurlinasary___________________________________________




SUMBER :

  •  http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/01/pengertian-silogisme/
  •  http://muachajah.blogspot.com/2011/10/macam-macam-penalaran.html
  •  http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
  •  http://rachmawatinadya.blogspot.com/2011/10/pengertian-penalaran-dan-macam-macam.html
  •  http://amatirs.blogspot.com/2010/04/penalaran-induktif-pengertian.html