About Me

Foto saya
simple ! ♥ MUSIC , SINGING , FASHION , HEALTHY-LIFE , 2NE1 , 2PM

Rabu, 07 November 2012

TUGAS PERILAKU KONSUMEN ( BAB 5 )

NAMA    : Nurlina Sari
NPM         : 16209607
KELAS     : 4EA12 ( pengulangan kelas softskill kelas 3EA13 )


PERILAKU KONSUMEN
BAB 5
 1. Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain.
Kasus persolan yang sifatnya nasional (warisan rejim lama) dan juga persoalan-persoalan baru yang muncul dari pelaksanaan Otonomi Daerah yang “sembrono”, fenomena globalisasi ekonomi juga akan sangat berpengaruh besar terhadap prospek nilai-nilai budaya lokal dan kearifan tradisional sebagai landasan penguatan kelembagaan lokal dalam pengelolaan sumberdaya dan keanekaragaman hayati. Globalisasi ini menjadi perlu dicermati sebagai tahapan lanjut dari periode pembangunanisme yang dianut oleh Rejim Otoriter-Militeristik Orde Baru yang nyata-nyata telah menghancur-leburkan ekosistem-ekosistem penting Indonesia serta memporak-porandakan pranata-pranata ada/lokal yang selama ratusan tahun menjadi penjaga dan pengelola sebagian besar dari ekosistem-ekosistem tersebut. Perjalanan pembangunan di Indonesia mencatat banyak sekali penggusuran dan penindasan yang menyedihkan bagi berbagai kelompok masyarakat, khususnya masyarakat adat, yang diwarnai oleh tindakan-tindakan kekerasan negara dan sekaligus memfasilitasi kekerasan horizontal antar kelompok masyarakat.
Kalau ditelusuri lebih jauh, maka pembangunan yang umumnya dianut oleh negara-negara berkembang adalah industrialisasi. Sebagai negara yang kaya sumber daya alam, Indonesia pun mengembangkan industri yang berbasis sumber daya alam. Celakanya, sebagian besar sumber daya lalam ini, secara tradisional sudah ada penguasa dan pemiliknya, yaitu masyarakat adat, yang juga memiliki kepentingan yang lebih luas atas sumber daya tersebut. Nilai-nilai, ide dan konsep pembangunan itu memang diimpor atau diadopsi dari “barat”. Pembangunan adalah kata lain dari modernisasi. Dari sini muncullah anggapan dan keyakinan baru di masyarakat bahwa jiwa Indonesia ini kita inginkan menjadi negara modren,maka segala sesuatu yang tradisional(lisan) harus dibuang karena dianggap terbelakang dan menghambat pembangunan. Paradigma modernisasi demikian, langsung dan tidak langsung, telah menyudutkan dan melemahkan posisi masyarakat adat itu sendiri dengan menempatkan tradisi dan nilai-nilai asli bangsa ini menjadi sesuatu yang jelek (inferior) terhadap nilai-nilai “barat” yang modern sebagai sesuatu yang baik (superior).
Dengan cara yang berkembang demikian, bahkan banyak di antara masyarakat adat sendiri sering melupakan bahwa mereka memiliki kekuatan (pengetahuan, teknologi, pranata adat) untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh program “pembangunan” yang memuliakan hidup mereka, atau sebaliknya melakukan perlawanan atas program “pembangunan” yang tidak diinginkan. Sebagai konsep yang diadopsi dari “barat”, nilai yang terkandung dalam pembangunan kita, yang juga dianut oleh globalisasi ekonomi, berakar pada individualisme yang, dalam banyak hal, bertolak-belakang dari prinsip dasar komunitas-komunitas masyarakat adat di Indonesia umumnya yang komunalistik dan kolektif baik dalam hal penguasaan sumberdaya maupun dalam upaya pengelolaannya untuk keadilan dan kesejahteraan bersama.

2. Sumber Daya Sementara
a.Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b.Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.

3. Sumber Daya Kognitif
adalah kepemimpinan teori psikologi industri dan organisasi yang dikembangkan oleh Fred Fiedler dan Joe Garcia pada tahun 1987 sebagai konseptualisasi dari model kontingensi Fiedler . Teori ini berfokus pada pengaruh pemimpin intelijen dan pengalaman tentang nya atau reaksinya terhadap stres .
Inti dari teori ini adalah bahwa stres adalah musuh rasionalitas, merusak kemampuan pemimpin untuk berpikir logis dan analitis. Namun, pengalaman pemimpin dan kecerdasan dapat mengurangi pengaruh stres pada (atau dia) nya tindakan: kecerdasan adalah faktor utama dalam situasi stres rendah, sementara jumlah pengalaman selama lebih selama-saat stres.
Contoh Kasus :
Psikologi kognitif menyatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada dari luar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengalaman itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Berdasarkan pandangan itu, teori psikologi kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Dengan kata lain, aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internal dalam berfikir, yakni proses pengelolaan informasi.
Kegiatan pengelolaan informasi yang berlangsung di dalam kognisi itu akan menentukan perubahan perilaku seseorang. Bukan sebaliknya jumlah informasi atau stimulus yang mengubah perilaku. Demikian pula kinerja seseorang yang diperoleh dari hasil belajar tidak tergantung pada jenis dan cara pemberian stimulus, melainkan lebih ditentukan oleh sejauh mana sesaeorang mampu mengelola informasi sehingga dapat disimpan dan digunakan untuk merespon stimulus yang berada di sekelilingnya. Oleh karena itu teori belajar kognitif menekankan pada cara-cara seseorang menggunakan pikirannya untuk belajar, mengingat dan menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disimpan di dalam pikirannya secara efektif.

4. Pengetahuan Organisasi
Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian.
Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.
Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
(1) Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
(2) Pengetahuan tentang manfaat produk
(3) Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.
(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis
(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.

5. Mengukur Pengetahuan
Pengetahuan konsumen terdiri dari informasi yang disimpan di dalam ingatan. Pemasar khususnya tertarik untuk mengerti pengetahuan konsumen. Informasi yang dipegang oleh konsumen mengenai produk akan sangat mempengaruhi pola pembelian mereka.
Di dalam Psikologi kognitif dijelaskan bahwa ada dua jenis pengetahuan dasar, yaitu pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural. Pengetahuan deklaratif melibatkan fakta subjektif yang sudah diketahui. Pengetahuan deklaratif sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengetahuan episodik (melibatkan pengetahuan yang dibatasi dengan lintasan waktu) dan pengetahuan semantik (mengandung pengetahuan yang digeneralisasikan dan memberi arti bagi dunia seseorang). Sedangkan pengetahuan prosedural mengacu pada pengertian bagaimana fakta ini dapat digunakan. Fakta ini juga bersifat subjektif dalam pengertian fakta tersebut tidak perlu sesuai dengan realitas objektif.
Contoh Kasus:
Seorang konsumen yang sedang menjalankan proses diet dan ingin memutuskan untuk membeli makanan ringan. Sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, konsumen cenderung melihat ingredients atau komposisi yang terdapat dalam produk makanan ringan tersebut. Setelah memperoleh informasi yang positif terhadap produk tersebut, konsumen biasanya langsung mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.

TUGAS PERILAKU KONSUMEN ( BAB 4 )

NAMA    : Nurlina Sari
NPM         : 16209607
KELAS     : 4EA12 ( pengulangan kelas softskill kelas 3EA13 )


PERILAKU KONSUMEN
BAB 4
Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian
1. Kriteria Evaluasi
ketika berbagai alternatif telah diperoleh, konsumen melakukan evaluasi alternatif. Evaluasi altenatif tersebut, dalam keberadaanya ditentukan oleh keterlibatan konsumen dengan produk yang akan dibelinya.
2. Menenteukan Alternatif  Pilihan:
- Teknik Kompensatori yaitu kelebihan suatu produk dapat menutupi kelemahan produk dari atribut lainnya.
- Teknik Non Kompensatori yaitu skor yang tinggi pada atribut produk tidak dapat menutupi skor yang rendah pada atribut lain.
3. Menaksir Alternatif Pilihan
Pada tahap ini konsumen akan menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk alternative yang akan mereka pilih dan pada akhirnya dibeli. Bagaimana konsumen tersebut mengevaluasi alternative barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan situasi pada saat akan melakukan pembelian. Dalam beberapa keadaan ada konsumen yang menggunakan pemikiran logis dan ada juga yang membeli berdasarkan dorongan sesaat. Kadang-kadang konsumen mengambil keputusan membeli sendiri; kadang-kadang mereka bertanya pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga untuk memberi saran pembelian.
4. Menyeleksi Aturan Pengambilan Keputusan
Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pada tahap ini pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.

TUGAS PERILAKU KONSUMEN ( BAB 3 )

NAMA    : Nurlina Sari
NPM         : 16209607
KELAS     : 4EA12 ( pengulangan kelas softskill )



PERILAKU KONSUMEN
BAB 3
 
 
Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Oleh Konsumen
1. Model Proses Pengambilan Keputusan
      -  The satisficing model yaitu menyederhanan masalah yang kompleks sampai pada titik dimana masalah tersebut dapat diselesaikan.
     
      2 .Tipe proses pengambilan keputusan
                  Keputusan terprogram yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin sehingga dapat deprogram. Contohnya seperti pemesanan barang.
      
                  Keputusan setngah terprogram yaitu, keputusan yang sebagian dapat diprogram dan sebagian lagi tidak terprogram. Contohnya keputusan alokasi untuk dana promosi.
     
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah
- Masalah sederhana
- Masalah rumit
- Masalah yang terstruktur
- Masalah yang tidak terstruktur
4. Pembelian
Brown dkk. (2001:132) mengatakan bahwa secara umum pembelian bisa didefinisikan sebagai: “managing the inputs into the organization’s transformation (production process).” Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa pembelian merupakan pengelolaan masukan ke dalam proses produksi organisasi.
5. Diagnosa Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.

TUGAS PERILAKU KONSUMEN ( BAB 2 )

NAMA    : Nurlina Sari
NPM         : 16209607
KELAS     : 4EA12 ( pengulangan kelas softskill )



PERILAKU KONSUMEN
BAB 2



Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi


1. Segmentasi Pasar

Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.

a. Segmentasi dan Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja ( hasil) suatu produk dengan harapannya.

Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :

a. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
b. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan.

b. Segmentasi dan Profitabilitas

Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.

c. Penggunaan Segmentasi dalam Strategi Pemasaran

        - Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
       - Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
          -  Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani


2. Rencana Perubahan

      a.Analisis Konsumen dan Kebijakan Sosial
       Kebutuhan dimana konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Pencarian Informasi yaitu setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
        Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru.
Referensi :

PERILAKU KONSUMEN ( BAB 1 )

NAMA  : Nurlina Sari
NPM     : 16209607
KELAS : 4EA12 (PENGULANGAN KELAS SOFTSKILL)


PERILAKU KONSUMEN
BAB 1

1. Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
2. Pemikiran yang benar tentang konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor.
3. Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis
Konsumen merupakan sosok individu atau kelompok yang mempunyai peran urgent bagi perusahaan. Hal ini disebabkan keberadaan konsumen mempunyai akses terhadap eksistensi produk di pasaran sehingga semua kegiatan perusahaan akan diupayakan untuk bisa memposisikan produk agar dapat diterima oleh konsumen, Eksistensi kebutuhan yang sifatnya heterogen kemudian menjadi dasar bagi konsumen untuk melakukan tindakan pemilihan atas tersedianya berbagai alternatif produk, Tindakan konsumen itu sendiri merupakan suatu refleksi dari rangkaian proses tahapan pembelian dimana implikasi atas tindakannya tersebut akan mengantarkan pada suatu penilaian bahwa produk dapat diterima oleh pasar atau justru terjadi penolakan oleh pasar (Mabruroh, 2003).

Sabtu, 03 November 2012

TUGAS SOFTSKILL "ETIKA BISNIS"

Nama : Nurlina Sari
Npm  : 16209607
Kelas : 4EA12

TUGAS SOFTSKILL "ETIKA BISNIS"


  • Pengertian Etika 
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika) (id.wikipedia.org).
Kata etika, seringkali disebut pula dengan kata etik, atau ethics (bahasa Inggris), mengandung banyak pengertian.
Dari segi etimologi (asal kata), istilah etika berasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurut pengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.
Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988), etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;
1.      Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral      (akhlak).
2.      Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.      Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Contoh dari etika :
  1. Etika Pribadi. Misalnya seorang yang berhasil dibidang usaha (wiraswasta) dan menjadi seseorang yang kaya raya (jutawan). Ia disibukkan dengan usahanya sehinnga ia lupa akan diri pribadinya sebagai hamba Tuhan. Ia mempergunakan untuk keperluan-keperluan hal-hal yang tidak terpuji dimata masyarakat (mabuk-mabukan, suka mengganggu ketentraman keluarga orang lain). Dari segi usaha ia memang berhasil mengembangkan usahanya sehinnga ia menjadi jutawan, tetapi ia tidak berhasil dalam emngembangkan etika pribadinya.
  2. Etika Sosial. Misalnya seorang pejabat pemerintah (Negara) dipercaya untuk mengelola uang negara. Uang milik Negara berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Pejabat tersebut ternyata melakukan penggelapan uang Negara utnuk kepentingan pribadinya, dan tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang dipakainya itu kepada pemerintah. Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika social. 
  3.   Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika ini dilanggar timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.
Contoh etika moral:
·         berkata dan berbuat jujur
·         menghargai hak orang lain
·          menghormati orangtua dan guru
·          membela kebenaran dan keadilan
·          Menyantuni anak yatim/piatu
  • Pengertian bisnis
menurut skinner 1992, bisnis adalah pertukaran barang dan jasa atau uang yang saling menguntungkan dan memberi manfaat.
bisnis mempunyai arti dasar sebagai "THE BUYING AND SELING OFF GOODSAND SRVICES"
Bisnis gak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian dan penjualan maupun pertukaran barang dan jasa untuk mendapatkan hasil laba bagi sipelaku bisnis maka dari itu kita harus meningkatkan standar hidup melalui institusi pendidikan, keagamaan, perkumpulan sosial dan ekonomi (perusahaan).
tipe dari aktivitas bisnis adalah
1. produksi => menghasilkan suatu barang dan jasa.
2. distribusi=> menyalurkan barang atau jasa, dan orang yang menyalurkan barang atau jasa tersebut disebut DISTRIBUTOR
            3. konsumen=>menghabiskan nilai guna dari suatu barang
            ada 4 faktor sebagai pelaku bisnis diantaranya adalah:
1. Pemilik yaitu orang yang memiliki sebuah perusahaa.
2. Manager yaitu orang yang bertugas mengatur sebuah perusahaan.
3. Konsumen: orang yang menghabiskan nilai guna barang.
4. Pekerja:orang yang didapatkan dari hasil seleksi dengan ketentuan dari perusahaan tersebut.
Karakteristik system bisnis :
      1. Kompleksitas dan diversitas:kompleksitas yaitu tingkat kerumitan dari hasil suatu barang,jika barang tersebut dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi maka barang tersebut akan mahal harganya seperti halnya dengan jasa seseorang,jika orang tersebut semakin berkualitas, mempunyai pengetahuan yang tinggi dan sangat memuaskan maka jasa akan semakin mahal harganya. Diversitas adalah penganekaragaman suatu produk/barang dari sebuah perusahaan, maksudnya adalah apabila sutu perusahaan mempunyai 5 macam produk barang yang ingin dijual, jika ada dua barang yang kurang memuaskan para konsumen dan barang tersebut samakin turun untuk dikonsumsi bahkan tidak laku maka perusahaan tersebut memiliki tiga barang yang masih bisa d’jual dan membuat barang tersebut menjadi sangat berkualitas dan bahkan konsumen melirik barang tersebut, dan barang tersebut melonjak tinggu, jadi perusahaan tersebut tidak mati akibat tidak adanya diversivikasi.
      2. Saling bergantungan contohnya seperti jam tangan yang sering kita pakai atau kita gunakan dengan batu batreii, misalkan jam tangan tersebut mati atau batreinya habis maka konsumen membeli batu batrei tersebut untuk menghidupakan kembali jam tangannya. Jadi yang dimaksud dengan saling bergantungan adalah apabila perusahaan ingin mendaoatkan hasil yang maksimum maka perusahaan menjual barang dengan barang yang saling bergantungan seperti halnya jam tangan dengan batu batreii seperti contoh diatas.
      3. Perubahan dan inovasi adalah proses pembaharuan produk dan barang tujuannya agar konsumen tidak bosan dengan barang yang dijual oleh perusahaan tersebut. Biasanya perusahaan merubah produk dengan membaharui tampilan atau membuat produk baru untuk menarik para pelanggan atau konsumen yang lain.

Bisnis dapat dibedakan menjadi 4 macam jenis kegiatannya yaitu:
      1. Bisnis ekstraktif yaitu bisnis yang berhubungan langsung dengan alam.
      2. Bisnis agraris yaitu bisnis yang berhubungan di bidang pertanian.
      3. Bisnis industry yaitu bisnis yang sudah melimpah ruah sekarang ini,contoh dari bisnis ini yaitu textile, garmen dan lain sebagainya.
      4. Bisnis jasa yaitu bisnis yang berhubungan langsung dengan jasa seseorang seperti iklan, tukang jahit dan lain sebagainya.
Bisnis mempunyai 4 macam kegunaan yaitu:
       1. Kegunaan bentuk (form utility) yaitu peningkatan kegunaan dari suatu benda yang disebabkan oleh perubahan bentuknya, seperti kayu bisa dirubah menjadi bangku dengan jasa seorang pembuat bangku atau kursi.
      2. Kegunaan tempat (place utility) yaitu pertambahan kegunaan benda karena dipindahkan dari suatu tempat ketempat lain, seperti baju hangat digunakan pada tempat yang dingin seperti di kutub.
      3. Kegunaan waktu ( time utility) yaitu kegunaan suatu benda yang bertambah jika benda itu dipakai pada waktu-waktu yang tepat dan sesuai dengan manfaat benda tersebut, seperti menggunakan oayung pada saat hujan.
      4. Kegunaan kepemilikan (ownership utility) yaitu kegunaan suatu benda baru terasa bila telah ada pemiliknya, atau dimiliki oleh konsumen yang tepat, seperti pistol yang digunakan oleh polisi.
Tujuan dari bisnis itu sendiri menurut skinner ada empat yaitu:
1. Mencari keuntungan
2. Mempertahankan hidup perusahaan
3. Menumbuhkembangkan perusahaan
4. Tanggungjawab social
Keempat tujuan ini saling bergantungan dimana keuntungan perusahaan dapat digunakan untuk mempertahankan hidup perusahaan dan menumbuhkembangkan serta merupakan bukti tanggungjawab social perusahaan dalam meberikan lapangan pekerjaan.

Jumat, 08 Juni 2012

LATAR BELAKANG PENELITIAN ILMIAH


NAMA       : Nurlina Sari
NPM          : 16209607
KELAS      : 3EA12
TUGAS      : SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2
______________________________________________________________________

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Dewasa ini banyak perusahaan saling berlomba untuk mendapatkan konsumen agar membeli produk yang dihasilkan. Perusahaan yang tidak mencapai sasarannya banyak disebabkan oleh kurang tepatnya strategi pemasaran yang digunakannya.
Berhasil atau tidaknya perusahaan sangat ditentukan bagaimana cara yang dikembangkan oleh perusahaan untuk dapat saling bersaing dalam merebut konsumen dalam penerapan strategi pemasaran yang efektif. Apabila strategi yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka pelaksanaan yang baikpun tidak memberikan hasil yang memuaskan seperti yang kita harapkan.
Penentuan strategi ini sangat erat hubungannya dengan tujuan yang telah ditentukan oleh perusahaan, serta sangat menentukan dalam pemilihan taktik yang digunakan untuk melaksanakan strategi pemasaran tersebut agar tujuan perusahaan tercapai.
Secara umum tujuan dari perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimum sehingga perusahaan dapat terus berkembang. Penerapan strategi pemasaran dalam perusahaan sangat berpengaruh dalam kinerja perusahaan yang bersangkutan, sebab dalam penerapannya posisi perusahaan dipasar potensial sangat dipengaruhi oleh berhasil atau tidaknya strategi pemasaran yang digunakan. Hal ini juga merupakan sumber dana bagi kelangsungan hidup perusahaan untuk terus berkembang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagaimana pengusaha memasarkan barang atau jasa adalah suatu hal yang menarik bagi penulis, setiap usaha atau langkah-langkah yang diambil oleh pengusaha untuk mencapai keuntungan yang diharapkan. Untuk mengembangkan usaha memerlukan adanya startegi-strategi dalam pemasaran dan tetunya hal ini harus direncanakan dengan cermat dan teliti agar dapat mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik membuat penelitian ilmiah ini dengan judul “ANALISIS STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN PADA PT FUTAMI FOOD & BEVERAGE“

1.2  Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.2.1  Rumusan Masalah
      Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka dapat di identifikasikan beberapa masalah yaitu :
1.      Strategi pemasaran apa sajakah yang diterapkan dalam meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.
2.      Apakah penerapan strategi pemasaran dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.

1.2.2        Batasan Masalah
Dalam penulisan ilmiah, penulis membatasi pada bagaimana penerapan strategi pemasaran yang digunakan pada PT Futami Food & Beverage dalam usaha meningkatkan penjualan. Adapun data yang digunakan yaitu data hasil penjualan PT Futami Food & Beverage  pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2011

1.3 Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui strategi apa saja yang diterapkan agar dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.
2.      Untuk mengetahui apakah strategi pemasaran yang diterapkan dapat meningkatkan penjualan pada PT Futami Food & Beverage.

1.4 Manfaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Manfaat Akademis
a.       Dapat membantu penulis memperdalam materi yang telah di ajarkan selama masa perkuliahan, serta menerapkan teori yang ada ke dalam dunia nyata (dunia usaha).
b.      Dapat dijadikan acuan bagi penulis lain apabila ingin melakukan penelitian sejenis.
2.      Manfaat Praktis
Dari penulisan ilmiah ini dapat dijadikan bahan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui strategi-strategi apa yang masih perlu diterapkan guna meningkatkan penjualan sehingga dapat sesuai dengan yang diharapkan.

1.5 Metode Penelitian
            1.5.1 Objek Penelitian
                        Objek penelitian yang di ambil penulis adalah PT Futami Food & Beverage yang berlokasi di Rukan Exclusive B/23 Bukit Golf Mediterania Jl. Marina Raya, Pantai Indah Kapuk  Jakarta Utara, DKI Jakarta.

            1.5.2 Data atau Variabel yang digunakan
            Data yang digunakan penulis adalah data kuantitatif yaitu data penjualan PT Futami Food & Beverage tahun 2010 – 2011 dengan menggunakan analisis SWOT.

1.5.3 Metode Pengumpulan Data
            Dalam melaksanakan penelitian penyusunan melakukan teknik-teknik pengumpulan data berupa:
1.      Studi kepustakaan
Pengumpulan data dan pencarian informasi dilakukakan dengan menelaah buku yang terdapat di perpustakaan dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini.
2.      Penelitian lapangan (Field Research)
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan langsung terhadap objek penelitian dengan mengadakan wawancara dan observasi langsung terhadap objek penelitian yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

1.5.4 Alat analisis yang digunakan
            Alat analisis yang digunakan oleh penulis dalam mengolah data yang sudah terkumpul, dengan menggunakan analisis SWOT.
            Alat analisis SWOT merupakan suatu alat analisa yang digunakan untuk melihat kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Dari faktor internal Perusahaan dapat diketahui faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan, sedangkan faktor eksternal kita dapat mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman perusahaan.
            Dalam analisis kondisi internal dan eksternal dilakukan melalui pendekatan fungsional, yaitu pendekatan dengan melihat faktor-faktor yang dominan pada setiap funsi yang mempengaruhi kegiatan pemsaran.